20 Mahasiswa STIEKIA Ikuti Kuliah Umum SKK Migas, Perluas Wawasan Industri Hulu Migas
← Kembali ke Berita
29 Oktober 2026 · oleh Admin STIE Cendekia

20 Mahasiswa STIEKIA Ikuti Kuliah Umum SKK Migas, Perluas Wawasan Industri Hulu Migas

← Kembali ke Berita

20 Mahasiswa STIEKIA Ikuti Kuliah Umum SKK Migas, Perluas Wawasan Industri Hulu Migas

29 Oktober 2026 · oleh Admin STIE Cendekia
20 Mahasiswa STIEKIA Ikuti Kuliah Umum SKK Migas, Perluas Wawasan Industri Hulu Migas

Sebanyak 20 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia (STIEKIA) Bojonegoro mengikuti kuliah umum industri hulu minyak dan gas bumi (migas) yang diselenggarakan oleh SKK Migas di Hotel Eastern Bojonegoro, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Bojonegoro sebagai upaya memperluas wawasan generasi muda mengenai industri migas dan kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional.

Mahasiswa STIEKIA hadir didampingi oleh Ahmad Saifurriza Effasa, S.HI., M.M., selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, serta Murtini, S.E., M.M., selaku Humas dan Kemahasiswaan STIEKIA.
Kuliah umum ini menghadirkan tiga narasumber yang memberikan pemaparan mengenai peran SKK Migas, kompleks industri Jambaran-Tiung Biru (JTB), serta pengelolaan hasil produksi migas dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Mengenal Peran SKK Migas dalam Ketahanan Energi Nasional
Narasumber pertama, Singgih P. Perdana, menyampaikan materi bertajuk “Peran SKK Migas dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional”.
Dalam pemaparannya, peserta memperoleh penjelasan mengenai pengertian dan peran SKK Migas dalam pengelolaan kegiatan usaha hulu migas di Indonesia. Materi juga membahas tahapan kegiatan hulu migas, mulai dari pencarian sumber daya minyak dan gas bumi, proses pengeboran, hingga strategi pencapaian target produksi.
Pemaparan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai kompleksitas industri hulu migas serta pentingnya pengelolaan sumber daya energi secara optimal untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Mengenal Kompleks Industri Jambaran-Tiung Biru (JTB)
Materi kedua disampaikan oleh M. Luthfi Hangga Umbara dengan tema “Overview Komplek JTB”.
Dalam sesi ini, narasumber memperkenalkan kompleks industri Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang berada di wilayah Banyuurip, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai kawasan industri JTB beserta berbagai fasilitas dan sistem industri yang terdapat di dalamnya.
Pemaparan mencakup berbagai bagian dalam kompleks JTB yang memiliki fungsi dan sistem operasional berbeda, mulai dari fasilitas pengolahan minyak dan gas hingga sistem flare.
Melalui materi ini, mahasiswa memperoleh gambaran lebih mendalam mengenai proses dan fasilitas industri migas yang berperan dalam mendukung kegiatan produksi dan pengolahan sumber daya energi.

Memahami Hasil Produksi Migas dan Program CSR
Narasumber ketiga, Wazirul Luthfi, menyampaikan materi mengenai pengelolaan hasil produksi migas setelah proses pengolahan serta program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilaksanakan oleh pihak JTB.

Materi memberikan wawasan mengenai hasil yang diperoleh dari proses pengolahan minyak dan gas bumi, termasuk tahapan pengelolaan produk migas sebelum dimanfaatkan lebih lanjut.
Selain itu, narasumber juga membahas program CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa keberadaan industri migas tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi dan pengolahan energi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam mendukung pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasionalnya.

Perluas Wawasan Mahasiswa melalui Sinergi Kampus dan Industri
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIEKIA, Ahmad Saifurriza Effasa, S.HI., M.M., menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk memperluas pengalaman belajar dan meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai dunia industri.
“Melalui kegiatan kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru secara langsung dari para praktisi. Wawasan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan industri serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja,” ungkapnya.
Salah satu mahasiswa peserta juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berharga, terutama dalam memahami proses industri hulu migas yang selama ini hanya diketahui melalui pembelajaran di kelas.

“Melalui kuliah umum ini, kami mendapatkan gambaran yang lebih nyata mengenai industri migas, mulai dari proses pencarian sumber daya hingga pengolahan dan kontribusinya bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menambah wawasan kami mengenai peluang dan tantangan di dunia industri,” ujarnya.
Bagi mahasiswa bidang ekonomi dan manajemen, pemahaman mengenai industri hulu migas memiliki relevansi penting dalam melihat keterkaitan sektor energi dengan aktivitas ekonomi, pengelolaan sumber daya, pembangunan daerah, serta tanggung jawab sosial perusahaan.

STIEKIA terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik, seminar, kuliah umum, dan forum ilmiah sebagai bagian dari pengembangan kompetensi dan peningkatan daya saing.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, diharapkan mahasiswa STIEKIA semakin memiliki wawasan luas, pola pikir adaptif, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan industri di masa mendatang.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

ID EN

STIEKIA Assistant

Siap membantu Anda