Ketua STIEKIA Hadiri International Sandbox Conference 2026 di Hanoi, Perkuat Kemitraan Akademik dengan VNU
← Kembali ke Berita
24 September 2026 · oleh Admin STIE Cendekia

Ketua STIEKIA Hadiri International Sandbox Conference 2026 di Hanoi, Perkuat Kemitraan Akademik dengan VNU

← Kembali ke Berita

Ketua STIEKIA Hadiri International Sandbox Conference 2026 di Hanoi, Perkuat Kemitraan Akademik dengan VNU

24 September 2026 · oleh Admin STIE Cendekia
Ketua STIEKIA Hadiri International Sandbox Conference 2026 di Hanoi, Perkuat Kemitraan Akademik dengan VNU

HANOI, VIETNAM — Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro (STIEKIA), Dr. Nurul Mazidah, SE., MSA., Ak., menghadiri The 3rd International Sandbox Conference 2026 yang diselenggarakan di Hanoi, Vietnam, pada 22 September 2026.

Konferensi internasional tersebut mengangkat tema “Innovation-Driven Business, Accounting & Finance Amid Uncertainty”, yang membahas inovasi dalam bidang bisnis, akuntansi, dan keuangan di tengah berbagai dinamika dan ketidakpastian global.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan FAME Indonesia ke Vietnam National University (VNU) Hanoi dengan membawa delegasi yang merepresentasikan 24 perguruan tinggi di Indonesia. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat jejaring pendidikan tinggi, penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, mobilitas akademik, serta kemitraan kelembagaan antara Indonesia dan Vietnam.

STIEKIA Perkuat Kemitraan Internasional dengan VNU Hanoi
Salah satu agenda strategis dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah penguatan kerja sama antara Vietnam National University (VNU) Hanoi dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam momentum tersebut, STIEKIA menjadi salah satu perguruan tinggi yang menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan VNU Hanoi.
Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi STIEKIA dalam memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa.

Ruang lingkup kerja sama yang didorong melalui kemitraan tersebut meliputi student and staff mobility, joint research, joint publication, pengabdian kepada masyarakat, seminar, kegiatan akademik, serta pengembangan kemitraan kelembagaan.
Bagi STIEKIA, kerja sama internasional tersebut sejalan dengan komitmen kampus dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, khususnya dalam pengembangan bidang Manajemen dan Akuntansi.

MoU sebagai Awal Kolaborasi Nyata
Ketua Umum FAME Indonesia, Dr. Dani Amrul Ichdan, menegaskan bahwa kerja sama internasional tidak seharusnya berhenti pada penandatanganan dokumen.
 “For us, an MoU is not simply a document. It should be the beginning of real collaboration.”
Menurutnya, kerja sama yang telah dibangun perlu diwujudkan melalui berbagai aktivitas nyata, mulai dari mobilitas mahasiswa dan staf, penelitian bersama, publikasi bersama, pengabdian kepada masyarakat, seminar, hingga berbagai kegiatan akademik lainnya.

Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan internasionalisasi STIEKIA. Kerja sama dengan mitra internasional diharapkan tidak hanya menjadi hubungan kelembagaan, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai program akademik dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat.

Memperluas Jejaring Akademik Indonesia–Vietnam
Kehadiran FAME Indonesia di Hanoi juga menjadi ruang strategis untuk mempererat hubungan akademik antara perguruan tinggi Indonesia dan Vietnam.
Manajemen Eksekutif FAME Indonesia, Prof. Yuliansyah, menegaskan bahwa FAME merupakan komunitas akademik kolaboratif yang mempertemukan universitas, akademisi, peneliti, dan praktisi dalam bidang Accounting, Management, and Economics.

“This is not the end of our collaboration—it is only the beginning.”

Pernyataan tersebut mencerminkan semangat untuk menjadikan konferensi internasional bukan sebagai akhir dari sebuah kegiatan, tetapi sebagai awal dari lahirnya berbagai bentuk kolaborasi akademik yang lebih luas dan berkelanjutan.
Bagi STIEKIA, keterlibatan dalam kegiatan internasional tersebut menjadi bagian dari upaya membangun jejaring global dan membuka lebih banyak peluang kolaborasi bagi sivitas akademika.

Konsisten Mendorong Internasionalisasi STIEKIA
Kehadiran Ketua STIEKIA dalam The 3rd International Sandbox Conference 2026 sekaligus memperkuat arah pengembangan STIEKIA sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring akademik internasional.
Komitmen tersebut sebelumnya telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan internasionalisasi, salah satunya Cultural Camp yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Melalui program tersebut, STIEKIA telah menjadi ruang interaksi akademik dan budaya bagi 30 mahasiswa asing dari 13 negara.

STIEKIA juga mendorong keterlibatan dosen dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di luar negeri, termasuk di Thailand dan Vietnam.
Kerja sama dengan VNU Hanoi menjadi bagian dari langkah berkelanjutan STIEKIA untuk memperluas koneksi akademik internasional dan menciptakan peluang kolaborasi yang lebih konkret.
Internasionalisasi bagi STIEKIA bukan sekadar tentang hadir dalam forum global atau menandatangani dokumen kerja sama, tetapi tentang membangun hubungan, membuka peluang kolaborasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi pengembangan dosen, mahasiswa, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta institusi.
Dari Hanoi, STIEKIA terus membuka ruang kolaborasi menuju jejaring pendidikan tinggi yang semakin luas, adaptif, dan berorientasi global.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

ID EN

STIEKIA Assistant

Siap membantu Anda